JOKOROWOTLOGOREJO
| -
Daftar | Masuk | Anggota
Berita Utama
iklan banner
.
Tampilkan postingan dengan label Bumi Bojonegoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bumi Bojonegoro. Tampilkan semua postingan

Wisata Air Waduk Pacal Bojonegoro

Wisata Waduk Pacal Bojonegoro. Objek Wisata Waduk Pacal yang terletak kurang lebih 35 Km dari arah selatan ibukota Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.adalah merupakan obyek wisata alam dan untuk menuju ke obyek wisata tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi (mobil / sepeda motor) atau dengan angkutan umum (colt atau bus) jurusan Bojonegoro-nganjuk kemudian turun di samping tiga waduk pascal dan menuju lokasi waduk dengan jalan kaki sejauh 2 Km. Waduk Pacal yang memiliki luas sekitar 3,878 kilometer persegi dengan kedalaman 25 meter, merupakan bangunan sarana pengairan peninggalan zaman belanda, yang dibangun pada tahun 1933 dengan manfaat multifungsi. Daya tarik wisata adalah kemegahan dan kekokohan bangunan peninggalan zaman belanda tahun 1933 dan hamparan air yang melimpah dengan panorama alam dan hutan jati yang mempesona.

Agenda wisata waduk pacal yang dilaksanakan secara rutin yaitu pada setiap Oktober bersamaan dengan hari jadi Kabupaten Bojonegoro digelar acara ritual Larung Sengkolo dan Jamasan Waranggono Tayub guna penegasan Wisuda Waranggono Tayub. Fasilitas yang tersedia di lokasi wisata adalah pesanggrahan (tempat menginap), arena memancing, perahu dayung, tempat jajanan dan kenyamanan. Pengembangan wisata waduk pascal diarahkan pada pengembangan fasilitas tranportasi, akomodasi, telekomunikasi yang memadai serta peningkatan fasilitas obyek wisata.Wisata Indonesia Surga Dunia.
(soccer)

Legenda Naga Prabiu Angling Darma


Salam Metafisika menembus dimensi ruang dan waktu ,,Siang itu, Team 9 penjuru mata angin melakukan petualangan ke sebuah tempat yang menjadi cagar budaya di desa mirigambar sumbergempol tulungagung, yaitu candi Angkling Darma Mmiri gambar. Sebenarnya ini dalam rangka mempersiapkan petualangan yang akan di laksanakan secara sakral pada malam harinya, namun ketika Team baru menapakkan kaki di pintu gerbang masuk candi, kami sudah di sapa dengan suasana dan atmosfir yang bukan berasal dari dunia yang sama . Pandangan metafisika master menterjemahkan ,bahwa siang itu telah duduk dua ekor binatang kesayangan raja anglingdharma ,berupa Naga raja dan seekor harimau. Apakah benar sosok Naga Raja dan Harimau yang muncul itu sesuai dengan sejarah yang tertulis ? Team 9 penjuru kroscheck dengan seorang juru kunci setempat bernama bapak SUyoto, lelaki 40 tahun itu menjelaskan rentetan sejarah yang pernah ada .

Prabu Anglingdarma adalah nama seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa, yang dianggap sebagai titisan Batara Wisnu. Salah satu keistimewaan tokoh ini adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang. Selain itu, ia juga disebut sebagai keturunan Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata.
Anglingdarma sangat gemar berburu. Pada suatu hari ia menolong seorang gadis bernama Setyawati yang dikejar harimau. Setyawati lalu diantarkannya pulang ke rumah ayahnya, seorang pertapa bernama Resi Maniksutra. Tidak hanya itu, Anglingdarma juga melamar Setyawati sebagai istrinya.
Kakak Setyawati yang bernama Batikmadrim telah bersumpah barangsiapa ingin menikahi adiknya harus dapat mengalahkannya. Maka terjadilah pertandingan yang dimenangkan oleh Anglingdarma. Sejak saat itu, Setyawati menjadi permaisuri Anglingdarma sedangkan Batikmadrim diangkat sebagai patih di Kerajaan Malawapati.
Pada suatu hari ketika sedang berburu, Anglingdarma memergoki istri gurunya yang bernama Nagagini sedang berselingkuh dengan seekor ular tampar. Anglingdarma pun membunuh ular jantan sedangkan Nagagini pulang dalam keadaan terluka.
Nagagini kemudian menyusun laporan palsu kepada suaminya, yaitu Nagaraja supaya membalas dendam kepada Anglingdarma. Nagaraja pun menyusup ke dalam istana Malawapati dan menyaksikan Anglingdarma sedang membicarakan perselingkuhan Nagagini kepada Setyawati. Nagaraja pun sadar bahwa istrinya yang salah. Ia pun muncul dan meminta maaf kepada Anglingdarma.
Nagaraja mengaku ingin mencapai moksa. Ia kemudian mewariskan ilmu kesaktiannya berupa Aji Gineng kepada Anglingdarma. Ilmu tersebut harus dijaga dengan baik dan penuh rahasia. Setelah mewariskan ilmu tersebut Nagaraja pun wafat.
Sejak mewarisi ilmu baru, Anglingdarma menjadi paham bahasa binatang. Pernah ia tertawa menyaksikan percakapan sepasang cicak. Hal itu membuat Setyawati tersinggung. Anglingdarma menolak berterus terang karena terlanjur berjanji akan merahasiakan Aji Gineng, membuat Setyawati bertambah marah. Setyawati pun memilih bunuh diri dalam api karena merasa dirinya tidak dihargai lagi. Anglingdarma berjanji lebih baik menemani Setyawati mati, daripada harus membocorkan rahsia ilmunya.
Ketika upacara pembakaran diri digelar, Anglingdarma sempat mendengar percakapan sepasang kambing. Dari percakapan itu Anglingdarma sadar kalau keputusannya menemani Setyawati mati adalah keputusan emosional yang justru merugikan rakyat banyak. Maka, ketika Setyawati terjun ke dalam kobaran api, Anglingdarma tidak menyertainya.
Jelaslah sudah penampakkan Harimau besar yang sering muncul di halaman candi mirigambar ,bisa dibenarkan adanya . Namun kemanakah Nagaraja ? apakah ia juga mendekam disana ? atau sudah pergi ?

Nagaraja,digambarkan sebagai sosok yang tenang dan tidak angkuh, seperti aura seputar candi mirigambar siang itu, sama sekali tidak menampakkan kesombongan dan nuansa mistis seperti kebanyakan tempat tempat peninggalan bersejarah kebanyakan. namun , apakah itu berarti candi Angkling darma mirigambar , adem adem saja  tidak ada aktivitas dari dunia lain ?
Nagaraja dan harimau anglingdharma, rupa rupanya bukan tanpa maksud dan tujuan berada disana, diyakini seorang yang tidak mau disebutkan namanya seorang spiritual dari kediri, bahwa di dekat candi tepatnya sebelah selatan di bawah tumpukan batu ada harta karun . Team mencoba untuk mendeteksi apakah ada getaran yang sama dari energy yang di maksud .

Permata berkilauan di mulut nagaraja adalah Harta karun tertimbun di candi mirigambar .Apakah anda tertarik ? Tidak sedikit orang yang mencoba hal demikian , namun apa yang terjadi ? selalu saja meninggalkan hasil yang di luar nalar .celaka, gila atau meninggal dengan cara yang tidak wajar. Jangankan mengambil harta karun dari mulut nagaraja , kejadian yang pernah ada di warga sekitar candi saat itu di ceritakan sang juru kunci adalah, pernah ada yang mencoba untuk mengambil salah satu relief di lokasi candi dan berniat untuk di jual , namun apa yang terjadi , hingga kini orang tersebut memiliki penyakit jiwa.

Lagi lagi Naga Raja yang misterius menyapa team 9 penjuru , lewat cerita cerita yang mengalir dari sang juru kunci, persis atmosfir yang terasa menyapa kami sejak pertama kali memasuki pelataran candi.
Ada sebuah terowongan berdiameter 2 meter berada di pojok timur selatan candi, terowongan tersebut bisa jadi adalah pintu masuk sang nagaraja saat itu. Namun sang juru kunci menjelaskan bahwa tepat di terowongan energy tersebut dulunya justru terpampang relief yang telah di pindah karena di pugar dengan alasan agar tidak ambrol.

Candi angling dharma dibangun pada masa pemerintahan Sri Wikrawardhana dari kerajaan majapahit dengan bahan baku batu-bata merah yang ukurannya besar. Candi mirigambar/angling dharma adalah satu-satunya candi yang berelief tentang cerita angling dharma. Demikian perjalanan spiritual 9 penjuru mata angin di area candi anglingdharma mirigambar,bersama nagaraja yang anggun dan bijak
SUKA DENGAN POSTINGAN KIM WONG CILIK DIATAS ?

Emas Hitam Di Bumi Angling Darma


Kim Wong Cilik | Bojonegoro- dikenal sebagai kabupaten minyak atau tanah beremas hitam. Julukan populer ini bukan tanpa alasan karena di bagian barat wilayah Bojonegoro terdapat blok Cepu. Areal ini menjadi sumber minyak bumi terbesar di Tanah Air. Ada tiga lokasi yang tercakup, Blora di Jawa Tengah, Tuban dan Bojonegoro di Jawa Timur. Wilayah terluas penambangan minyak Blok Cepu, ada di Bojonegoro.

Kilang-kilang Blok Cepu dipegang silih berganti mulai dari kontraktor kelas lokal maupun internasional. Mereka pun beruntung menjadi operator guna menguras minyak bumi Angling Darma, julukan bagi kabupaten Bojonegoro. Pada saat bersamaan, silih berganti pula warga setempat nimbrung mengais sisa-sisa sumur tua yang dilepas perusahaan  raksasa karena tak lagi punya nilai ekonomis dalam skala bisnis. Pengelola sumur bekas ini dikenal dengan sebutan penambang tradisional. Salah satu desa yang kondang dengan penambangan minyak tradisional adalah Hargo Mulyo. Tim Potret SCTV pun menyambangi desa ini guna melihat lebih dekat aktivitas warga penambang. Hampir sebagian penduduk di wilayah kecamatan

 Kedewan memang manggantungkan hidup dari emas hitam. Sisanya, konsisten menggeluti pekerjaan khas pedesaan di Pulau Jawa sebagai petani. Para pekerja penambang tradisional ini memiliki keahlian tambang lewat warisan orang tua atau kakek mereka yang umumnya juga  menjadi penambang di zamannya. Turun temurun pekerjaan ini mereka lakukan menjadi penambang minyak kelas sandal jepit dengan teknologi penyedotan yang amat sederhana. Tak mudah mengelola sumur tua peninggalan masa kolonial. Butuh waktu panjang dan biaya besar agar minyak mentah kembali menyembur. Sekali proses pengangkatan tanah, misalnya, perlu waktu berjam-jam dengan cara yang sepenuhnya jauh dari teknologi tinggi. Para penambang pun kerap mendatangi dan memperbaiki sumur tua. Namun, itu pun belum tentu mereka beruntung. Bisa saja minyak mentah atau dalam istilah setempat disebut lantung tak keluar meski digali sampai ratusan meter.

Lazimnya untuk mengoperasikan kembali, warga membentuk kelompok. Mereka bergotong royong mengeluarkan uang dan waktu. Setelah minyak keluar dan penjualan lancar, hasilnya pun dibagi rata. Seperti halnya yang dilakukan penambang Laman. Pengelola enam sumur ini sedang berupaya mengaktifkan kembali lubang yang mati suri sejak dua  tahun lalu. Untuk memperbaikinya, Ia membutuhkan dana seratus juta lebih. Itulah sebabnya Laman menggandeng investor dari luar desa. Jika dana sudah ditangan dan persiapan matang, mereka pun mulai mengebor. Warga Hargo Mulyo yang boleh dibilang sukses mengelola sumur tua adalah Kamito. Sumur yang Ia kelola adalah warisan sehingga menjadi semacam usaha keluarga turun temurun. Kandungan sumur Kamito cukup baik karena minyaknya tak banyak bercampur air. Dalam sehari, sumur ini bisa menghasilkan empat sampai lima belas drum. Untuk memperlancar pengeboran, Kamito mengoperasikan mesin dari truk tua yang dengan sentuhan sederhana berfungsi menarik kawat baja atau sling dan timba dari dalam sumur. Bahan bakar truk ini adalah solar, hasil dari sumur yang Kamito kelola. Tak setiap hari pekerja di sini menggali. Dalam sepekan, Kamito dan kawan-kawan hanya menambang tiga hari lantaran kapasitas produksi tak lagi melimpah seperti dulu.
Tlogorejo | Kepohbaru | Bojonegoro (liputan6.com)
 
iklan banner

Label 11

Label 10